Merawat meja marmer agar tidak kusam
· 4 menit baca
Meja marmer yang baru dipoles tampak bening. Beberapa bulan kemudian, ada bagian yang buram dan berbintik. Penyebabnya hampir selalu sama: asam dan gesekan.
Kenapa marmer jadi kusam
Marmer terbuat dari kalsit, dan kalsit larut oleh asam. Jeruk nipis, cuka, kopi, minuman bersoda, dan saus tomat meninggalkan bercak buram pada permukaan yang berkilap. Bercak itu bukan noda yang menempel. Lapisan poles di bagian itu yang terkikis. Gesekan dari piring kasar atau sabut gosok melakukan hal yang sama, tetapi pelan-pelan.
Kebiasaan harian
- Lap tumpahan secepatnya, terutama yang asam. Pakai kain lembap, lalu kain kering.
- Cuci dengan air dan sedikit sabun cair yang lembut. Jauhi pembersih lantai, pemutih, dan cairan anti kerak.
- Pakai alas gelas. Jangan taruh panci yang baru diangkat dari api langsung di atas marmer.
- Hindari sabut gosok dan serbuk pembersih yang kasar.
Kalau sudah ada noda
Noda minyak biasanya masuk lewat pori batu. Oleskan bubur dari soda kue dan air, tutup dengan plastik, diamkan semalam, lalu bilas dan keringkan. Coba dulu di sudut yang tidak terlihat. Bercak buram bekas asam tidak hilang dengan digosok, karena yang hilang adalah lapisan polesnya. Bagian itu perlu dipoles ulang oleh tukang batu.
Pelapis pori
Cairan pelapis pori (sealer) membantu mencegah minyak dan teh meresap. Pelapis tidak melindungi dari asam. Oleskan sesuai petunjuk di kemasannya, dan ulangi tiap satu atau dua tahun bila meja sering dipakai.
Ini panduan umum. Batu tiap bongkah berbeda, jadi tanyakan kepada kami bila Anda ragu dengan satu jenis pembersih.
